4. Kalau Meleset, Segera Kembali ke Jalur
Terkadang, kamu bisa aja meleset dari jalur yang sudah kamu atur sedemikian rupa. Misalnya, kamu sudah berhasil belajar selama 2 jam per hari, eh, tiba-tiba kamu menemukan series asik yang bikin kamu ketagihan nonton sampai kamu lupa belajar. Eits, jangan panik dulu! Meleset dari jalur itu wajar, namanya juga masih membangun kebiasaan baru. Kalau kamu meleset, jangan sedih dan jangan overthinking. Maafkan diri kamu dan segera kembali ke jalur. Setelah itu, usahakan agar kamu nggak meleset lagi di kemudian hari. Jika kamu merasa lelah dan ingin skip 1 hari, itu nggak papa kok, yang penting jangan sampai skip terlalu lama, ya! Biar kamu nggak harus mengulang lagi dari awal.

 

5. Pertahankan Kecepatan yang Membuat Kamu Nyaman
Langkah terakhir adalah mempertahankan kecepatan yang membuat kamu nyaman, alias yang sabar aja, kawan! Nggak perlu ngebut-ngebut kayak pembalap, tapi juga jangan terlalu lamban kayak siput. Kamu tetap harus menaikkan level dari kebiasaan barumu sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan kamu, tapi nggak perlu terburu-buru atau memaksakan diri.

Jika kamu lelah, kamu boleh beristirahat sejenak lalu segera kembali lagi ke jalur. Santai aja, tapi tetap serius. Dengan begitu, kamu bisa mencapai hasil akhir yang kamu inginkan tanpa merasa terbebani dengan prosesnya. Tetap semangat, ya! Ingat, hidup itu bagaikan slot gacor marathon, bukan sprint, jadi jangan terburu-buru supaya kamu bisa menikmati prosesnya, oke?

 

6. Fokus pada Menghilangkan Kebiasaan Buruk
Membangun kebiasaan baik bisa dilakukan dengan cara menghilangkan kebiasaan buruk. Misalnya mengurangi makan junk food, mengurangi screen time bermain media sosial, dan lain sebagainya.

Terkadang, menghilangkan kebiasaan buruk ini tidak mudah untuk dilakukan cuma-cuma. Nah, makanya itu, kamu perlu menggantinya dengan kebiasaan baik. Misalnya, kalau kamu ingin mengurangi screen time media sosial, kamu bisa menumbuhkan kebiasaan baru untuk membaca buku untuk mengalihkan screen time tadi.

 

7. Bangun Kegiatan yang “Fleksibel”
Bangunlah kegiatan yang mudah untuk dilakukan. Ada kalanya, kamu sedang sibuk atau tidak bersemangat. Hal ini tentu akan berpengaruh pada konsistensimu dalam membangun kebiasaan baru. Maka dari itu, buatlah goals yang lebih mudah dicapai.